SungaiPenuh – DetakRakyat.com
Besarnya kucuran dana dari kementrian pusat yang di tujukan demi mempercepat kemajuan desa, serta untuk menurunkan angka kemiskinan serta kesenjangan dikota Sungaipenuh, Kucuran dana tersebut membuat salah satu Desa yang dipimpin oleh kades berinisial (ET) selaku Kepala Desa Dikota Sungai Penuh menjadi gelap mata.
Pasalnya dari realisasi anggaran dana desa yang di kelola Kades inisial (ET), diduga kuat banyak mark-up dan fiktif. Mirisnya, indikasi korupsi yang gerogoti uang negara tersebut diduga tak hanya dilakukan oleh kepala Desa saja namun dilakukan secara berjamaah.
Seperti pengadaan (Motor Roda Tiga), dengan anggaran yang sangat fantastis mahal dan sangat tidak wajar.
Dan bukan itu saja, ada yang uniknya terkait realisasi anggaran kegiatan Budidaya ikan, dan kegiatan Budikdamber (budidaya ikan dalam ember).
Saat media ini mendatangi kantor desa untuk melakukan konfirmasi Terkait dua dugaan tersebut, Jumaat (15/12/2023).
Namun saat ditanyakan Terkait anggaran dana tersebut, kades (ET) Bersikeras untuk mengelak dengan mengatakan, “dua kegiatan tersebut itu adalah sama. dan cuma menganggarkan untuk budikdamber saja,”dalih kades (ET).
Sementara dari data yang di peroleh media ini, untuk kegiatan ( Budikdamber )dan Budidaya Ikan, Pemerintah desa tersebut telah membuat laporan realisasi anggaran untuk masing-masing kegiatan tersebut.
Sementara saat di tanyai terkait tentang anggaran untuk pengadaan Roda Tiga, sudah berapa Tahap yang di anggarkan desa, “kades (ET) mengaku hanya menganggarkan 50 juta untuk kendaraan Roda Tiga Jenis viar.
“Untuk kendaraan roda tiga di tahun 2022 kita menganggarkan merek Viar dengan anggaran 50 juta, untuk satu kali tahap pencairan,”jelasnya
Namun saat awak media menanyakan terkait laporan realisasi anggaran dana desa yang untuk penganggaran dan pengadaan roda tiga, yang di ketahui dari tahap 1,2 dan 3, Namun pihak desa tetap menganggarkan untuk pengadaan motor roda 3, dengan tegasnya kades (ET) bersikeras mengatakan, untuk pengadaan roda 3 hanya satu tahap menganggarkan.
“Ya satu kali lah, kalau tiga kali berati tiga motornya, banyak nian.
Dan uniknya Kades (ET) mengatakan kita kurang tau terkait hal itu , dan menyarankan wartawan menanyakan ke sekdes.
“Kita kurang ngerti nian laporan tu , sekdes yang lebih jelas”imbuh kades.(Rendi)